Dalam bahasa Sunda, kata “tatanian/tatanén” artinya bertani atau bercocok tanam, “bale/balai” artinya aula atau tempat yang luas, dan “atikan” artinya pendidikan. Tatanén di Balé Atikan ini merupakan Kearifan lokal yaitu pengetahuan dan praktik yang diwariskan secara turun-temurun dalam suatu komunitas. Dalam konteks Tatanén di Balé Atikan, kearifan lokal mencakup pemahaman tentang cara bertani tradisional, penggunaan sumber daya alam secara bijaksana, serta pemeliharaan keseimbangan ekosistem. Melalui pendekatan ini, peserta didik diajak untuk menyelami nilai-nilai budaya lokal yang berfokus pada kelestarian lingkungan.

Siswa dan Siswi diajarkan Proyek pembuatan pupuk kompos di SMP Al-Badar Cipulus adalah contoh inisiatif pendidikan yang berkelanjutan. Dengan melibatkan siswa secara langsung dalam kegiatan ini, sekolah tidak hanya memberikan pengetahuan akademis tetapi juga menanamkan nilai-nilai penting tentang lingkungan dan kerja sama. Proyek ini diharapkan dapat menginspirasi sekolah lain untuk melakukan kegiatan serupa.

para siswa siswi selanjutnya memberikan pupuk pada tanah. Pupuk yang digunakan adalah pupuk organik, yang dipilih karena lebih ramah lingkungan dan membantu meningkatkan kesuburan tanah. Setelah tanah dipupuk, kegiatan dilanjutkan dengan menanam pohon. Setiap kelompok siswa menanam bibit pohon yang berbeda.

Setelah s menanam pohon, para siswa siswi kini melanjutkan proyek dengan menyemai bibit tanaman. Kegiatan ini merupakan tahap lanjutan untuk memperkaya pengetahuan siswa tentang siklus hidup tanaman dan pentingnya keanekaragaman hayati.

Manfaat

  1. Pembelajaran Kontekstual: Siswa belajar melalui pengalaman langsung, yang membuat materi pelajaran lebih relevan dan mudah dipahami.
  2. Pengembangan Karakter: Melalui interaksi dengan alam dan penekanan pada nilai-nilai lokal, siswa dapat mengembangkan karakter yang lebih baik dan lebih peduli terhadap lingkungan.
  3. Keterampilan Hidup: Siswa memperoleh keterampilan praktis, seperti bercocok tanam dan manajemen sumber daya, yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.
  4. Pemberdayaan Komunitas: Dengan melibatkan masyarakat dalam proses pendidikan, terjadi peningkatan keterlibatan dan pemberdayaan komunitas.

Di sini, kita diajak untuk berkreasi dan berinovasi. Mengolah tanah, merawat tanaman, dan mengamati siklus hidup adalah bentuk seni yang mengajarkan kita tentang kesabaran dan ketekunan. Setiap langkah dalam proses ini menyimpan pelajaran berharga yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Mari kita nikmati keindahan dan kedamaian yang ditawarkan oleh atanén di Balé Atikan, dan bersama-sama membangun masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. 🌿✨