Pendidikan Karakter

Dijelaskan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Dr. H. Purwanto, M.Pd. dalam kesempatan sosialisasi penguatan karakter yang diikuti oleh para kepala SMP, Rabu (29/9/2021) Pendidikan Karakter 5 Bunga Saling Menghiasi tersebut adalah: Tujuh Poe Atikan, Sekolah Ramah Anak, Agama Keagamaan dan Pendalaman Kitab (AKPK), Pendidikan Anti Korupsi, dan Tatanen di Bale Atikan.

Selama tujuh hari pendidikan istimewa, terdapat konsep Senin (Ajeg Nusantara), Selasa (Mapag Buana), Rabu (Maneuh di Sunda), Kamis (Nyanding Wawangi), Jum’at (Nyucikeun Diri), Sabtu dan Minggu (Betah di Imah). Tujuh hari pendidikan ini bisa diintegrasikan ke dalam program Ramah Anak, Pendidikan Anti Korupsi, dan lain-lain. Semua ini terwujud dalam kebiasaan sehari-hari di seluruh lingkungan sekolah, sehingga membentuk peradaban yang baik bagi pendidik dan peserta didik.

Pentinya Sebuah Pendidikan Karakter

Pendidikan karakter merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi muda yang berkualitas. Di Dinas Pendidikan Purwakarta, konsep pendidikan karakter yang dikenal dengan “Lima Bunga Saling Menghiasi” telah menjadi pilar utama dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di daerah tersebut. Konsep ini tidak hanya berfokus pada pengembangan intelektual, tetapi juga membangun karakter peserta didik agar siap menghadapi tantangan di masa depan.

UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

Pendidikan Indonesia bertujuan untuk mengembangkan peserta didik agar menjadi manusia yang:

1. Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME;

2. Berakhlak mulia;

3. Sehat;

4. Berilmu;

5. Cakap;

6. Kreatif;

7. Mandiri;

8. Menjadi warga negara yang demokratis;

9. Bertanggung jawab.